Namun mereka menyikapinya dengan tenang. Perlakuan tak mengenakan masyarakat itu tak dibalas dengan kekerasan pula. Mereka hanya diam dan sabar tanpa membalas sedikit pun.
Sebut saja ada kisah Aiptu Sutisna yang mendapat perlakuan kasar dari warga bernama Dora Natalia. Sang petugas itu diserang dan dipukul oleh wanita yang diketahui pegawai Mahkamah Agung.
Buah dari kesabaran itu, Sutisna kemudian mendapatkan penghargaan dari Kapolda Metro Jaya yang kala itu dijabat Irjen M Iriawan. Apresiasi diberikan berkat dedikasi Sutisna.
Selain itu, juga ada cerita petugas kepolisian yang diamuk oleh anggota TNI. Namun begitu, pihak TNI meminta maaf dan memberi sanksi terhadap anggota tersebut.
Lantas bagaimana kisah selengkapnya? Berikut deretan cerita
Aiptu Sutisna
Video yang merekam aksi tak mengenakan dari pengendara terhadap anggota polantas menjadi viral. Dalam rekaman itu, wanita yang diketahui bernama Dora Natalia Singarimbun menyerang dan memukuli anggota kepolisian, Sutisna, di tengah jalan raya.Sikap Dora itu mendapat kecaman dari warganet. Meski sempat dilaporkan pada pertengahan Desember 2016, Aiptu Sutisna akhirnya resmi mencabut laporan tersebut.
Peristiwa itu bermula ketika Dora yang melintas di kawasan Jatinegara Barat, Jakarta Timur. Tak terima kendaraannya diberhentikan, Dora lantas memarahi Aiptu Sutisna. Tak hanya itu, dia juga menyerang dan memukul anggota polantas tersebut.
Sutisna tak membalas perlakukan Dora. Ia justru membiarkan Dora terus memukulinya dan menarik-narik seragamnya. Setelah itu, Sutisna mengembalikan kunci mobil Dora. Dan dia pun langsung tancap gas meninggalkan lokasi kejadian.
Berkat kesabarannya, Aiptu Sutisna mendapatkan penghargaan dari Kapolda Metro Jaya. Dia pun menyatakan telah memaafkan Dora sejak insiden pemukulan usai.
Diamuk TNI
Dalam video yang diunggah akun Instagram @infia_fact, terlihat seseorang pengendara sepeda motor yang menggunakan seragam hijau dengan dibalut jaket cokelat sedang marah-marah kepada seorang polantas.
Pengendara motor tersebut belakangan diketahui bernama Serda Nopriadi Wira Sinaga (NWS), anggota Korem 031 Wiba Bima, Pekanbaru, Riau.
Oknum TNI tersebut diduga mengamuk karena ditegur oleh anggota polantas karena tidak memakai helm. Motor yang digunakannya juga tidak terpasang kaca spion. Serda NWS juga terlihat memukul bagian kepala polisi yang ditutupi helm polantas dan juga menendang motor yang digunakannya.
Setelah itu, Serda NWS pergi meninggalkan tempat kejadian. Akibat dari aksi marah-marah oknum TNI ini, arus lalu lintas yang berada di jalur tersebut sempat terhambat.
TNI sendiri pun telah memberikan sanksi terhadap anggotanya tersebut.
Dimarahi Pengendara
Video viral lainnya di media sosial baru-baru ini adalah video seorang polisi tua yang menghadang pengendara motor yang melawan arah. Polisi yang belum diketahui identitasnya tersebut terlihat adu argumen dengan seorang pengendara yang ngotot tidak merasa salah dengan tindakannya."Ayo kita ke Polsek aja, Pak," ucap pengendara motor kepada polisi tua itu.
Namun, polisi itu tampak tidak mau meladeni tantangan si pengendara motor. Ia tetap berupaya menjelaskan bahwa jalur dilewati si pengendara merupakan jalur satu arah.
"Ini jalur satu arah, Pak, nanti kalau ada kecelakaan baru polisi yang anu.." kata polisi tua itu.
Bukan mengaku salah, pengendara itu malah menghardik dan mengancam polisi tersebut dengan berupaya menelepon salah seorang pejabat polisi. Diancam demikian, sang polisi justru tidak takut.
Saat pengendara itu mengeluarkan telepon genggamnya, tiba-tiba datang seseorang yang mengaku sebagai anggota Provos Polres. Pria berbadan gemuk tersebut menegur pengendara yang tersebut.
"Bapak nggak usah sok ngaku-ngaku kenal pimpinan. Kalau Bapak salah, ya tetap salah. Saya bela yang benar," tegas pria tersebut.
Dibentak demikian, si pengandara pun berkilah kalau dirinya mendapat perlakuan kurang sopan dari polisi tua. Namun, polisi tua yang tampak mengenakan rompi hijau dan bertopi itu menjelaskan kalau dirinya hanya menegur pengendara itu.
Polisi Provos itu lalu meminta surat-surat kendaraan pemotor itu. Namun, pengendara yang tidak mengenakan helm itu tidak bisa menunjukkannya. Pria itu lalu memperingati pengendara motor agar berlaku lebih sopan dengan polisi tua yang menegurnya.
"Bapak jangan mentang-mentang kenal pimpinan. Ini orang tua, Pak. Kamu mau kenal siapa pun, saya tidak takut," tegas orang itu.
Setelah sempat ngotot, pengendara itu kemudian pergi. Pria yang mengaku Provos Polres itu meminta agar polisi tua yang menilang pengendara tidak ragu menilang pengendara yang melawan arah.
Belum diketahui secara pasti lokasi polisi tua itu menindak pengendara motor yang melanggar. Namun diduga kalau peristiwa itu terjadi di sekitar kawasan Tambora, Jakarta Barat.
========================================================================
http://camarqq.org Agen Betting Online
Yang Paling Terkenal Se - Asia ini
Memiliki Fasilitas Teraman dan Tercepat :
- Rahasia Anda Terjamin 100%.
- Proses Dana Aman & Cepat
- Proses DP&WD Super Tercepat
- Player VS Player ( 100% Tanpa Bot ) .
- Pelayanan CS 24 Jam dan Profesional
- Minimal Depo&WD Rp 15.000.-
- Bonus Rollingan 0.3% ( Setiap 5 Hari Sekali di Jam 12 Siang )
- Bonus Refferal 20% ( Seumur Hidup )
Yuk Come and Join Bersama Kami di CAMARQQ.COM
Jangan di Ragukan Lagi Bosku
Karena http://camarqq.org ini Sudah
Yang Paling Terkenal Se - Asia
Dengan 7 Games Yang Kami Sajikan dalam 1 ID :
DominoQQ, Poker, Capsa Susun, AduQ, BandarQ, Bandar Poker & Bandar Sakong
Semua Murni Player vs Player 100% NO BOT
Info lengkap hubungi :
BBM : D89F5FC0
LINE : CAMARQQ
FB : CAMARQQ
WECHAT :+855963292145
WA : +855963292145
IG : CAMARQQ.OFFICIALL


